Monday, December 04, 2006

Soulmate

From Wikipedia:

Soulmate (or soul mate) is a term sometimes used to designate someone with whom one has a feeling of deep and natural affinity, friendship, love, intimacy, sexuality, and/or compatibility. A related concept is that of the twin flame or twin soul – thought to be the ultimate soulmate, the one and only other half of one's soul, for which all souls are driven to find and join. However, not everyone who uses these terms intends them to carry such mystical connotations; they are sometimes used simply as an expression of strong emotional feeling for someone.

The Greek mythology believes that originally humans were combined of 4 arms, 4 legs, and a single head made of 2 faces, but Zeus feared their power and split them all in half, condemning them to spending their lives searching for the other half to complete them. This theory was presented as a half-serious story byAristophanes in Plato's Symposium, after all the participants at the Symposium ("drinking party") were charged to philosophize on the topic of love.

Kalau menurut pengalaman gue sendiri, soulmate adalah orang (bisa lawan jenis atau sesama jenis) dengan siapa kita mempunyai ikatan batin yang kuat. Kebetulan waktu itu kita tinggal di kota yang berbeda, tapi ada ikatan yang kuat di antara kita. Tanpa perlu berkata-kata, dia tau pergulatan batin macam apa yang sedang berkecamuk di dalam hati gue. Dia 'mendengar' saat hati kecil gue membisikkan namanya, dan dia menghubungi gue saat gue butuh untuk bicara dengannya. Begitu juga sebaliknya. Koneksi yang kuat bisa jadi karena saat itu ada perasaan indah yang tumbuh di antara kita, tapi toh sampai saat ini, saat kita berada di jalan yang berbeda, ikatan itu masih ada, meskipun mungkin nggak sekuat dulu.


Ada temen gue yang pernah nanya, trus gimana kalo kita ketemu soulmate setelah menikah? Wah..., soulmate sih nggak harus selalu lawan jenis atau dalam kerangka hubungan romantis. Buat gue, yang penting klik banget dengan orang itu, dan tanpa harus ngomong pun, kita udah saling ngerti. Kalau yang dia bilang sih namanya jatuh cinta lagi, bukan ketemu soulmate :p. Itu soal lain lagi, yang bisa jadi bahan renungan tersendiri. Idealnya, soulmate adalah lawan jenis, yang kemudian bisa menjadi pasangan hidup kita, meskipun tetep harus ada usaha dan maintenance dari kedua belah pihak (bukan berarti jalan tol tanpa hambatan...). Tapi dalam hidup, kita nggak selalu bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, sehingga menemukan soulmate yang sesungguhnya pun sudah menjadi sebuah anugerah besar buat gue, yang akan gue syukuri setiap hari.

Anyway..., ini lagu favorit gue dan temen gue si kolor kuning (bukan nama sebenarnya) tentang soulmate, dari Kahitna.

Ketika engkau datang, di saat diri ini tak mungkin menggapaimu
Meskipun t'lah kau sematkan cinta, di balik senyuman indah,
kau jadikan seakan nyata, seolah kau belahan jiwa,
meskipun tak mungkin lagi 'tuk menjadi pasanganku,
namun kuyakini cinta, kau kekasih hati...

Terkadang begitu sukar untuk dimengerti, semua ini kita terlambat
meskipun tlah kau semaikan cinta, di balik senyuman indah,
kau jadikan seakan nyata, seolah kau belahan jiwa,
meskipun tak mungkin lagi 'tuk menjadi pasanganku,
namun ku yakini cinta, kau kekasih hati...

(For SS)

Labels:

3 Comments:

At 8:24 am, Anonymous Anonymous said...

Good one mate, thanks. Gue selalu merasa bahwa soulmate harus di awali dengan cinta and it's true that soulmate not always about man or jatuh cinta!! tapi the "click" harus ada walaupun kadang bisa hilang.....

Love
SS

 
At 10:19 pm, Blogger Daniel Hunt said...

Oooowhh itu semua soooo sweeeet hehehe

Aku memang belajar banyak dari membaca blog Tiwa dan Siasha. Menarik sekaleeeeeeeeee hehehe

 
At 11:32 am, Blogger Hendy said...

Setuju banget nih........

Soul mate isn't always about "love" :)

 

Post a Comment

<< Home